{"id":400,"date":"2002-01-01T15:42:17","date_gmt":"2002-01-01T23:42:17","guid":{"rendered":"http:\/\/doctorsoroush.com\/english\/?p=400"},"modified":"2012-09-28T15:43:30","modified_gmt":"2012-09-28T22:43:30","slug":"book-on-abdolkarim-soroush-published-in-indonesian-language","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/book-on-abdolkarim-soroush-published-in-indonesian-language\/","title":{"rendered":"Book on Abdolkarim Soroush Published in Indonesian Language"},"content":{"rendered":"<p>Menggugat Otoritas Tradisi Agama <\/p>\n<p>Penulis: Abdul Karim Soroush<br \/>\nTahun 2002, 395 halaman, Softcover<br \/>\nHarga Rp 39800,00<br \/>\nISBN: 979-433-309-3<\/p>\n<p>Setiap zaman tampaknya menghendaki lahirnya pembaru yang khas sesuai dengan tantangan dan semangat zamannya. Jika abad klasik Islam melahirkan figur-figur semacam Al-Ghazali dan Rumi, abad modern Islam melahirkan figur-figur semacam Iqbal dan Khomeini, maka akhir abad ke-20 melahirkan pembaru yang berbeda\u2014salah satunya yang menonjol adalah Abdul Karim Soroush.<\/p>\n<p>Nama Abdul Karim Soroush kini mencuat sebagai salah satu pemikir liberal terkemuka, bukan hanya di negeri asalnya, Iran, tetapi bahkan di Dunia Islam. Hal ini tampaknya disebabkan Soroush mengajukan semacam &#8220;reformasi epistemologis&#8221; dalam wacana Islam. Sedemikian penting posisi Soroush dalam konteks pembaruan Islam sehingga Robin Wright, koresponden The Los Angeles Times, menyebutnya sebagai Marthin Luther-nya Islam. <\/p>\n<p>Dalam hal pembaruan pemikiran keagamaan, pertanyaan utama yang dicoba dijawab Soroush adalah dapatkah ide tentang &#8220;perubahan&#8221; didamaikan dengan ide &#8220;keabadian&#8221;yang diklaim agama\u2014dan jika dapat, seberapa jauhkah itu dimungkinkan. Pada satu ekstrem, memenangkan &#8220;perubahan&#8221; atas &#8220;keabadian&#8221; akan melucuti sifat-dasar agama sebagai pengemban ajaran perennial, dan pada ekstrem yang lain, memenangkan &#8220;keabadian&#8221; atas &#8220;perubahan&#8221; akan membuat agama usang. Di antara dua ekstrem inilah Sorous menawarkan teori &#8220;Pengembangan dan Penyusutan Penafsiran Agama&#8221;. <\/p>\n<p>Dengan mendialogkan epistemologi-tradisional Islam dan epistemologi-modern Barat, Soroush memaparkan argumentasinya atas sejumlah-isu strategis semisal <\/p>\n<p>Hubungan nalar dan wahyu<br \/>\nBeda antara agama dan ilmu agama<br \/>\nPengaruh perkembangan pengetahuan manusia atas ilmu agama<br \/>\nKebebasan manusia versus ketentuan Ilahi<br \/>\nBeda antara unsur-unsur yang-tetap dan yang-berubah dalam agama<br \/>\nHubungan Islam dan demokrasi<br \/>\nMizan Publishing House<\/p>\n<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<\/p>\n<p>Menggugat Otoritas dan Tradisi Agama<\/p>\n<p>Pengarang :                   Abdul Karim Soroush <\/p>\n<p>Kategori :                     Agama Islam <\/p>\n<p>Sub Kategori : Filsafat Islam <\/p>\n<p>Penerbit :                      Mizan Pustaka <\/p>\n<p>Tahun Penerbitan :        2002 <\/p>\n<p>Bahasa :                      Indonesia <\/p>\n<p>Sampul :           <\/p>\n<p>Ukuran :          <\/p>\n<p>Berat :                         kg <\/p>\n<p>Jumlah hal :                   347 hal <\/p>\n<p>Harga :                         Rp. 35.820,- <\/p>\n<p>ISBN :                         979-433-309-3<\/p>\n<p>Digital Islamic Library<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menggugat Otoritas Tradisi Agama Penulis: Abdul Karim Soroush Tahun 2002, 395 halaman, Softcover Harga Rp 39800,00 ISBN: 979-433-309-3 Setiap zaman tampaknya menghendaki lahirnya pembaru yang khas sesuai dengan tantangan dan semangat zamannya. Jika abad klasik Islam melahirkan figur-figur semacam Al-Ghazali dan Rumi, abad modern Islam melahirkan figur-figur semacam Iqbal dan Khomeini, maka akhir abad ke-20 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0},"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400"}],"collection":[{"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=400"}],"version-history":[{"count":0,"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/400\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/drsoroush.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}